don't talk to me

Sabtu, 04 September 2010

Perang Kata-kata Indonesia Vs Malaysia


vs

INDONESIA : Kementerian Hukum Dan HAM
MALAYSIA : Kementerian Tuduh Menuduh

INDONESIA : Kementerian Agama
MALAYSIA : Kementerian Tak Berdosa…

INDONESIA : Angkatan Darat
MALAYSIA : Laskar Hentak-Hentak Bumi

INDONESIA : Angkatan Udara
MALAYSIA : Laskar Angin-Angin

INDONESIA : ‘Pasukaaan bubar jalan !!!’
MALAYSIA : ‘Pasukaaan cerai berai !!!’

INDONESIA : Merayap
MALAYSIA : Bersetubuh dengan bumi

INDONESIA : rumah sakit bersalin
MALAYSIA : hospital korban lelaki

INDONESIA : telepon selular
MALAYSIA : talipon bimbit

INDONESIA : Pasukan terjung payung
MALAYSIA : Aska begayut

INDONESIA : belok kiri, belok kanan
MALAYSIA : pusing kiri, pusing kanan

INDONESIA : Departemen Pertanian
MALAYSIA : Departemen Cucuk Tanam

INDONESIA : 6.30 = jam setengah tujuh
MALAYSIA : 6.30 = jam enam setengah

INDONESIA : gratis bicara 30menit
MALAYSIA : percuma berbual 30minit

INDONESIA : tidak bisa
MALAYSIA : tak boleh

INDONESIA : WC
MALAYSIA : tandas

INDONESIA : Satpam/sekuriti
MALAYSIA : Penunggu Maling

INDONESIA : Aduk
MALAYSIA : Kacau

INDONESIA : Di aduk hingga merata
MALAYSIA : kacaukan tuk datar

INDONESIA : 7 putaran
MALAYSIA : 7 pusingan

INDONESIA : Imut-imut
MALAYSIA : Comel benar

INDONESIA : pejabat negara
MALAYSIA : kaki tangan negara

INDONESIA :bertengkar
MALAYSIA : bertumbuk

INDONESIA : pemerkosaan
MALAYSIA : perogolan

INDONESIA : Pencopet
MALAYSIA : Penyeluk Saku

INDONESIA : joystick
MALAYSIA : batang senang

INDONESIA : Tidur siang
MALAYSIA : Petang telentang

INDONESIA : Air Hangat
MALAYSIA : Air Suam

INDONESIA : Terasi
MALAYSIA : Belacan

INDONESIA : Pengacara
MALAYSIA : Penguam

INDONESIA : Sepatu
MALAYSIA : Kasut

INDONESIA : Ban
MALAYSIA : Tayar

INDONESIA : remote
MALAYSIA : kawalan jauh

INDONESIA : kulkas
MALAYSIA : peti sejuk

INDONESIA : chatting
MALAYSIA : bilik berbual

INDONESIA : rusak
MALAYSIA : tak sihat

INDONESIA : keliling kota
MALAYSIA : pusing pusing ke Bandar

INDONESIA : Tank
MALAYSIA : Kereta kebal

INDONESIA : Kedatangan
MALAYSIA : ketibaan

INDONESIA : bersenang-senang
MALAYSIA : berseronok

INDONESIA : bioskop
MALAYSIA : panggung wayang

INDONESIA : rumah sakit jiwa
MALAYSIA : gubuk Gila

INDONESIA : dokter ahli jiwa
MALAYSIA : Dokter Gila

INDONESIA : narkoba
MALAYSIA : dadah

INDONESIA : pintu darurat
MALAYSIA : pintu kecemasan

INDONESIA : hantu pocong
MALAYSIA : hantu Bungkus

Tahukah Anda Dari Mana Hujan Salju di Eropah Berasal (Kocak )

humor segar salju eropa
penjelasan ilmiah asal mula salju
penjelasan ilmiah asal mula salju
asal muasal hujan salju
asal muasal salju
Wah Begitu ya ternyata kejadiannya, dari panas ke dingin Brrrrr

Malaysia Kaget ! Diam-diam SBY Sudah Kirim 1 Batalyon Kostrad Ke Perbatasan

Sesaat sebelum pidato politik Presiden SBY Rabu kemarin, ternyata TNI telah mengirim satu batalion ke perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan. Pengiriman ini lebih cepat dari yang direncanakan sebelumnya yaitu pascalebaran.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjQLCp78-OLnRyDpWW8nrn5wvbTEVHeaEXL6Y_XqHExvHUjTZUYx_62KFAM_cHOkx2Xx1beqM38nFDmC0WzrHOdvHERssu73gLt2Lhij3VVz2uRmD7TCTf8RHwmb-VQzSgeIkN6Vmxpic/s1600/sby-785801.jpeg

Sebanyak satu batalion sekitar 700-1000 personel telah dikirim untuk bertugas mengamankan perbatasan Indonesia-Malaysia.

Komandan Brigade Infanteri 19/Khatulistiwa, Letkol Inf Rochadi, melepas satu batalion plus 641 Beruang untuk menempati 31 pos di perbatasan.

"Rencananya penugasan ini pasca lebaran. Karena berbagai dinamika dan lain hal, kita berangkatkan sekarang. Ini perintah dari Mabes TNI," jelas Rochadi, kepada Tribun Pontianak, Rabu (1/9).

Para personil tersebut menempati 31 pos yang ada di perbatasan, diantanya, Entikong, Kabupaten Sanggau, Tanjung Datuk, Badau, Sajingan, Bengkayang, Sambas dan daerah lain yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

"Ini tugas mulia, prajurit harus bangga mengemban amanah ini, ini bentuk pengabdian kepada Nusa dan Bangsa, jangan kecil hati, kalau kecil hati, lebih baik mundur dari prajurit, kalau sudah tugas, besok lebaran, sekarang ditugaskan, harus berangkat," tegas Rochadi lagi.

Rochadi juga meminta kepada para istri prajurit untuk mendukung sepenuhnya para suami yang bertugas dan senantiasa berdoa terhadap keselamatan para prajurit.

Batalion ini akan menggantikan Batalion 642 Sintang, yang sebelumnya ditugaskan diperbatasan RI-Malaysia.

Perang Dingin Indonesia vs Malaysia


Jakarta - Setelah terlepasnya Sipadan dan Ligitan pada 17 Desember 2002 Indonesia dan Malaysia terus-menerus menuai perseteruan urat-syaraf dalam beberapa kasus pengklaiman. Namun, jika dihitung-hitung perseteruan itu secara politik dan ekonomi memosisikan Malaysia sebagai pihak yang diuntungkan. Baik secara materi maupun psikologis. 

Perseteruan Indonesia vs Malaysia ini bermula ketika dalam kasus Sipadan dan Ligitan Mahkamah Internasional memenangkan Malaysia dengan 16 hakim. Sementara hanya satu orang yang berpihak kepada Indonesia. Dari 17 hakim itu, 15 merupakan hakim tetap dari MI, sementara satu hakim merupakan pilihan Malaysia dan satu lagidipilih oleh Indonesia. Alhasil pulau Sipadan dan Ligitan pun masuk dalam wilayah kedaulatan Malaysia. 


Meskipun berbagai pandangan menyebutkan Sipadan dan Ligitan bukan wilayah kedaulatan Indonesia, dalam percaturan politik diplomasi, kekalahan Indonesia itu masih menyimpan luka yang bisa meradang sewaktu-waktu, bila rakyat Indonesia diperhadapkan dengan Malaysia dalam soal dan kasus lain sekecil dan sebesar apa pun itu. Hal ini terbukti.

Belum lama rakyat Indonesia berang terkait lepasnya pulau Sipadan dan Ligitan, tahun 2005, Malaysia kembali membuat ulah dengan berusaha mencaplok selat Ambalat Kalimantan Timur sebagai wilayah kedaulatannya. Endusan kekayaan minyak di selat yang masih dalam perairan Indonesia itu, membuat Malaysia geregetan dan secara sepihak mengklaim Selat Ambalat sebagai wilayah perairan Malaysia.  

Keserakahan Malaysia ini pun serentak menuai emosi dan kecaman serta reaksi keras dari masyarakat Indonesia. Mulai dari mahasiswa, ormas, dan arus gerakan berideologi nasionalisme lainnya. Wujud kemarahan rakyat Indonesia itu dilakukan dengan membakar, mengincingi bendera dan segala simbol yang terkait dengan negara serumpun itu. Puncaknya Pasukan TNI AU pun melakukan pergelaran kekuatan di Selat Ambalat. Ancaman perang fisik pun bak telur diujung tanduk. 


Belum usai rakyat Indonesia meradang dengan ulah Malaysia terkait kasus Ambalat, lagi-lagi Malaysia kembali menohok dengan mengklaim tarian Reog Ponorogo dan pendet sebagai warisan budaya negaranya. Kasus lain yang juga menegangkan urat saraf Pemerintah RI - Malaysia adalah terkait penyiksaan dan penganiayaan TKI asal Indonesia yang terjadi Sejak 2003 hingga 2008.

Kini, Malaysia kembali reseh dengan menangkap tiga orang petugas Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Riau yang sedang beroperasi dan menangkap nelayan Malaysia yang mencuri ikan diperairan Malaysia. Dari serangkaian polemik ini, semakin mengasah ketajaman tingkat resistensi Indonesia dan Malaysia dalam perang urat saraf yang tak berkesudahan.

 
Kerugian

Jika perseteruan Indonesia ini, tidak lokalisir dalam suatu area konflik yang jelas, maka perang urat saraf ini akan terus merugikan Indonesia dan merembes ke mana-mana. Kerugian Indonesia yang pertama, energi positif bangsa kita akan terkuras untuk merespon berbagai profokasi Malaysia. Sementara dalam negara kita menyimpan banyak soal yang mesti diselesaikan. Dari kasus korupsi, supremasi hukum, penganguran, kejahatan yang kian mengkhawatirkan dan ragam sosal sosial ekonomi lainnya.

Kedua, bisa saja Malaysia berusaha mengecoh pertahanan laut Indonesia. Sementara di sektor darat, hutan kita habis digarong oleh pengusaha kayu asal Malaysia. Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta menyatakan menemukan jalur penebangan kayu liar memanjang di Cagar Alam Gunung Nyiut di Kalimantan Barat. Pelaku pembalakan diduga dari Malaysia.

Ketiga, dengan aksi provokasi itu, Malaysia ingin mengetahui seberapa besar nyali pemerintah Indonesia untuk melepaskan diri dari ketergantungan dengannya. Belum selesai kasus penangkapan tiga petugas DPK - RI itu, Malaysia kembali menggelindingkan isu hukuman mati terhadap terhadap 324 TKI yang membuat Pemerintah Indonesia hingar-bingar terkait soal ini.
 
Dependency

Ini sebatas kemungkinan, bahwa Malaysia akan merecoki pemerintah Indonesia dengan berbagai provokasi yang membakar reaksi masyarakat dan pemerintah. Menurut penulis, sebaiknya pemerintah melakukan tahapan-tahapan langkah diplomatis sebagai berikut:

Pertama, melokalisir berbagai potensi konflik antara Indonesia dan Malaysia. Konflik-konflik yang teridentifikasi merusak hubungan kedua negera, perlu diselesaikan secara diplomatis dan tidak merugikan pihak mana pun (baik Indonesia dan Malaysia).

Kedua, salah satu penyebab tak berdayanya diplomasi Indonesia terhadap Malaysia dalam beberapa insiden adalah akibat lemahnya kapabilitas (power) yang bisa menekan Malaysia. Dengan demikian, maka yang terpenting ke depan adalah memutuskan mata rantai ketergantungan (dependency) yang melemahkan Indonesia untuk menekan negara monarki itu. 

Kendati pun pertimbangan untung - rugi dan kuat lemah secara diplomatis kita dengan Malaysia harus dipertimbangkan, dalam segi-segi tertentu terkait harga diri bangsa, mesti ada dorongan untuk melawan. Paling tidak, Pemerintah RI tidak terkesan lemah dan diobok-obok oleh Malaysia.

Pemerintah mesti menunjukkan sikap tegas? Iya atau tidak? Itu saja. Mungkin pemerintah dibawa komando SBY, perlu belajar sedikit keberanian dengan membaca kemabali jejak-jejak historis Soekarno dalam doktrin 'Gajang Malaysia'.   

metamorfosis 1 syawal

menjadi mutiaralah meski itu juga tak mudah
sebab ia berada didasar samudra yg dalam
sebab ia begitu sulit dijangkau oleh tangan2 manusia
sebab ia begitu berharga/ sebab ia begitu indah dipandang mata
sebab ia tetap bersinar meski tenggelam dikubangan yg hitam

menjadi pohonlah yg tinggi menjulang meski itu tak mudah
sebab ia kan tatap bara mentari yg terus menyala disetiap siangnya
sebab ia akan meliuk halangi angin yg bertiup kasar
ia kan terus menjejaki bumi hadapi gemuruh sang petir
sebab ia hujamkan akar yg kuat menopang
utk menahan gempita hujan yg coba merubuhkan
& senantiasa memberikan bebuahan yg manis & mengenyangkan
sebab ia kan berikan tempat bernaung bagi burung2 yg singgah didahannya
lalu berikan tempat berlindung dgn rindang daun2nya

menjadi pauslah meski itu juga tak mudah
sebab dgn sedikit kecipaknya ia kan menggentarkan ujung samudra
sebab besar tubuhnya akan menakutkan musuh yg coba mengganggu
sebab sikap diamnya akan membuat tenang laut & seisinya

menjadi melatilah meski tampak tak bermakna
sebab ia kan tebar harum wewangian tanpa minta balasan
ia begitu putih seolah tanpa cacat
sebab ia tak takut hadapi angina & hujan dgn mungil tubuhnya
ia tak pernah iri melihat mawar yg segar merekah
& tak pernah malu pd bunga matahari yg menjulang tinggi
ia tak pernah dengki & rendah diri
pada keanggunan anggrek & tulip yg berwarna-warni
& tak gentar layu karena pahami hakekat hidupnya

menjadi elanglah dgn segala kejantanannya meski itu juga tak mudah
sebab ia harus melayang tinggi menembus birunya langit
melanglang buana taklukkan medannya
sbb ia harus melawan angin yg menerpa dari segala penjuru
ia harus mengangkasa jauh tanpa takut jatuh
menungkik tajam mencengkram mangsa
& kembali kesarang dgn makanan diparuhnya
bersama kepak sayap yg membentang gagah

menjadi kupu2lah meski itu juga tak mudah
sbb ia harus melewati proses2 sulit sebelum dirinya saat ini
ia lalui semedi panjang tanpa rasa bosan
& belajar lebih banyak berdiam
utk menunggu waktu yg tepat tentang keindahan
sbb ia bersembunyi & menahan diri dari segala yg menyenangkan
sehingga tiba saat utk keluar & bagikan kebaikan