don't talk to me

Rabu, 03 Agustus 2011

Sia-Sia Puasa Kita!! Sebuah Renungan Ramadhan Bagi Muslim

Ketika ramadhan bersua, maka boleh jadi semua muslim di dunia menyambutnya dengan gembira. Karena bulan ini bukan saja bulan di mana segala amal ibadah menjadi dilipat gandakan balasannya (baca: pahala), meskipun bagi saya yang terpenting bukan pahalanya, tapi bulan di mana setiap muslim tak peduli status sosialnya harus sama-sama menjalankan dengan khusyuk dan menahan diri dari segala perbuatan-perbuatan tercela, karena seperti kata ustadz-ustadz yang pernah saya dengar ceramahnya mengatakan bahwa puasa termasuk puasa ramadhan harus menjadi perisai agar yang melaksanakan boleh terlepas dan terlindungi dari segala maksud-maksud perbuatan tak terpuji, sehingga mampu mencapai predikat taqwa sebagaimana target dari perintah ibadah puasa itu sendiri.

Mereka tidak tau kapan waktu tiba bisa mengatasi rasa lapar, sementara kita yang puasa mengerti kapan tiba saat berbuka

Mereka tidak tau kapan waktu tiba bisa mengatasi rasa lapar, sementara kita yang puasa mengerti kapan tiba saat berbuka

Saking meriahnya sambutan terhadap bulan ini, maka geliatnya terasa bahkan seminggu sebelum puasa berjalan. Mulai dari stasiun TV yang beralih acara agak islami-islami dikit, masjid-masjid yang dibenahi agar tampak indah dan sedap dipandang, karena maklum pada bulan ini masjid dipastikan bakalan penuh, meskipun cuma dalam hitungan beberapa minggu saja, pedagang di pasar-pasar yang kebanjiran pembeli, pasar juadah yang bermunculan, sampai percetakan yang kebanjiran orderan spanduk dan baliho ucapan selamat berpuasa, jadwal imsakiyah dan sebagainya, apalagi di daerah yang kebetulan bakal melaksanakan pemilihan kepala daerah pasca puasa nanti.

Karena saya bukan ustadz dan ahli agama, maka dalam tulisan ini saya tidak mengomentari macam-macam tentang hikmah puasa ramadhan, apalagi tentang banyaknya keutamaan berpuasa, manfaat berpuasa dan sebagainya, tapi betul-betul sekedar menulis tentang fenomena sosial yang tampak saja jika ramadhan tiba.

Semua tampak serba religius ketika ramadhan tiba, karena memang di bulan ini selain ibadah puasa, maka selalu beriringan dengan intensitas peningkatan ibadah-ibadah yang lain pula, tentunya dengan maksud dan tujuan untuk meningkatkan ketaqwaan.

Coba kita renungkan makna sesungguhnya kita melakukan puasa

Coba kita renungkan makna sesungguhnya kita melakukan puasa

Maka di bulan ini dapat dipastikan angka orang yang membayar zakat cukup tinggi, orang yang berubah dermawan kemudian beramal memberi makan kaum fakir-miskin juga tinggi, acara pengajian tadarusan bersama juga naik drastis. Karena seperti kata ustadz bahwa fungsi puasa juga bukan sekedar menahan haus dan lapar, sebab dengan haus dan lapar itulah seharusnya mengingatkan kaum yang jarang merasakan haus dan lapar untuk ingat kepada kaum yang sering merasakan haus dan lapar.

Sederhananya, bulan ini juga merupakan ajang bagi manusia-manusia yang kebetulan ‘berpunya’ agar tidak ‘pelit’ harta buat berbagi dan mempunyai rasa kepedulian terhadap saudaranya yang miskin. Makanya, seringkali dalam tiap ceramah agama yang sering saya dengar, selalu terungkap hendaknya puasa boleh jadi menyadarkan orang-orang kaya agar tersentuh nuraninya, yaaah…untuk lebih giat beramal-lah, sekali-sekali belajar berzakat, bershadaqah dan berinfaq terlebih-lebih kepada kaum fakir-miskin dan anak-anak yatim yang berada di sekelilingnya.

Sebagai bulan penempaan diri yang bukan saja mengajarkan ibadah ritual tapi juga ibadah sosial, maka seharusnya di bulan ini jangan dijadikan ajang pamer kemewahan dan parade kesombongan. Kenapa saya katakan demikian, karena terkadang saking salah kaprahnya menyambut dan menjalani puasa ramadhan sampai menyambut idul fitri nanti, maka ada sebagian manusia-manusia “berada” tersebut, malah melakukan agenda pamer kemewahan dan parade kesombongan itu.

Seperti mengunjungi dengan niatan menyantuni orang fakir-miskin dan anak yatim, tapi dengan berpakaian yang bermewah-mewahan dan berlebihan, kalau perlu semua perhiasan digunakan, semua pakaian necis dipakai, trus makan sahur dan berbuka dengan mubazir, nanti menjelang idul fitri pesta belanja dan sebagainya.

Selanjutnya kegiatan-kegiatan penyantunan itu cuma sekadar mempertontonkan simbol-simbol relijiusitas agar semata-mata dibilang “dermawan” di mata manusia, yaah seperti jika membantu orang miskin dan anak yatim piatu mesti diliput televisi dan media massa, seakan-akan udah paling shaleh sendiri. Banyak fenomena seperti ini yang tampak berjubel selama ramadhan, trus pasca ramadhan, semua itu lenyap tak berbekas seperti melukis di atas air.

Inilah beda antara puasa “sebagian kaum kaya borjuis” dengan puasa kaum miskin, kalau puasa “sebagian kaum kaya borjuis,” biasanya bekas dan betahnya cuma sebulan, trus selama sebulan itu dijadikan ajang unjuk gigi pamer segala kekayaan itu. Artinya, ternyata puasa itu sudah berubah dan turun status menjadi simbol kemapanan ekonomi belaka. Haus dan laparnya tak menyisakan pembelajaran apa-apa selain haus dan lapar selama sebulan itu.
Kemudian kalau kaum miskin, pada ramadhan ini, terkadang belum tentu juga dapat berpuasa full, karena biasanya mereka harus membanting tenaga jauh lebih keras dan mungkin menganggap dari ramadhan ke ramadhan adalah sesuatu yang biasa saja dan sudah sering mereka hadapi, karena yaa…haus dan laparnya hampir sama saja tiap hari, yang beda mungkin banyaknya orang memberi sedekah, itu saja! Dan…pasca idul fitri nanti yaaa haus dan lapaaar lagi, bahkan mungkin lebih parah haus dan laparnya!

Meskipun sudah berkali-kali diungkapkan, bahwa secara makna berpuasa mestinya menyadarkan kita akan rasa haus dan lapar yang justru tiap hari dialami kalangan fakir miskin, dan sebenarnya pada bulan ini adalah ajang melatih diri untuk menjalani apa yang sama dirasakan kaum fakir-miskin yang serba kekurangan, serta untuk mengembangkan sikap empati dan simpati terhadap derita rakyat miskin. Tapi faktanya tidak demikian memang.
So…alangkah menjadi lebih menarik seandainya semua elemen masyarakat termasuk pemerintah mendiskusikan bagaimana caranya mengkampanyekan agar momentum ramadhan dapat menjadi starting upaya memberdayakan kaum fakir-miskin yang termarjinalkan.
Karena kaum fakir-miskin hadir bukan semata-mata karena takdir, tapi karena ternyata kekuasaan, kebijakan dan kekuasaan modal yang justru semakin memiskinkan, melanggengkan kemiskinan, tidak memberikan akses yang membebaskan dan tidak memihak kepada kaum miskin.

Untuk menghayati penderitaan mereka itulah kita puasa.

Bagaimana kerontangnya kerongkongan tanpa disentuh air saat mendorong
gerobak sampah pemulung di panas terik. Bagaimana lemahnya tubuh disaat
tak dapat sepotong makanan pun sepanjang hari. Dan bisakah hati tidak
megeluh akan semua itu? Bisakah mulut tidak rewel dan cerewet menjalani
semua itu?
Bagaimana jika hal itu berlangsung lama?
Bagaimana jika waktu berbuka itu tidak ada? Yang biasanya sudah ditunggu
hidangan makanan indah bak buah-buahan dalam bayangan sorga? Bagaimana
jika ibadah puasa itu tanpa sahur? Yang tujuannya jelas-jelas
dipersiapkan sebagai energi cadangan untuk menjalani puasa di siang
hari? Lalu saat berbuka akhirnya juga dibayar sekian kali lipat?
Lalu kenapa saya, anda dan kita semua,
terutama para pengkotbah begitu gencarnya menyeru puasa itu wajib bagi
siapa saja? Termasuk mereka yang miskin papa?
Ya itu kan perintah Tuhan.
Perintah Tuhan?
Apakah Tuhan buta realitas?
Oh … kejam nian Tuhan jika demikian.
Jangan-jangan Tuhan mencibirkan manusia yang mengaku beriman dengan
berkacak pinggang dalam kotbah dan ceramah suci mulia. Tapi para
gelandangan tetap kelaparan dan tidur dalam tumpukan sampah. Sementara
kita kaum beriman menikmati apel, juice saat berbuka puasa. Yang kita
yakini sebagai kemenangan menahan nafsu di siang hari.
Bisakah kita merasa malu?
Malu bahwa puasa kita hanya omong kosong?
Puasa kita hanya semacam festival menunda selera pacu yang lebih ganas
menjelang waktu berbuka? Puasa manja yang tidak pernah kurang makan?
Puasa yang sudah dipersiapkan dengan makanan sahur agar tidak tumbang di
siang hari? Puasa yang kita elu-elukan secara kroyokan? Puasa yang
ibarat mobil ambulance lewat? Yang memaksa semua mobil lain minggir
karena mau lewat? Puasa yang memaksa dunia harus mengakui bahwa kita
lagi puasa sambil berteriak: “Jangan ganggu saya, saya lagi puasa.
Jangan makan dekat saya!”
Apakah artinya puasa Ramadhan bagi kaum
miskin papa yang sudah selalu puasa dalam banyak hal? Tidak seperti
kita orang beriman omong kosong yang cuma menahan haus lapar? Yang
dilakukan cuma karena takut ancaman Tuhan dan mengumbar pahala? Dan
lebih-lebih karena takut ancaman sosial karena dinilai sebagai orang
yang tidak bermoral dan tidak beriman?

Apple Kini Lebih Kaya dari Pemerintah AS

Perusahaan produk elektronik dan komputer terkemuka asal Amerika Serikat, Apple Inc., kini memiliki lebih banyak uang ketimbang pemerintah Amerika sendiri. Perusahaan besutan Steve Jobs itu punya banyak uang untuk dibelanjakan, sementara pemerintahan Presiden Barack Obama kini pusing dengan banyak utang yang harus dibayar.

Menurut stasiun berita BBC, Apple kini memiliki uang sebanyak US$76,4 miliar. Sebaliknya, menurut Kementerian Keuangan AS, Washington hanya memiliki kas sebanyak US$73.7 miliar.

Melimpahnya kekayaan Apple ini berkat lonjakan hasil penjualan saham dan, terutama, penjualan dua produk yang laris manis dalam beberapa tahun terakhir, yaitu telepon pintar iPhone dan komputer tablet iPad.

Berdasarkan laporan keuangan dalam tiga bulan terakhir, yang berakhir 25 Juni 2011, pendapatan bersih Apple 125 persen lebih besar dari perioden yang sama tahun lalu, yaitu sebesar US$7,31 miliar.

Kalangan pengamat menerka-nerka apa yang bakal dilakukan Apple dengan uang sebanyak itu. "Apple belum mau buka kartu," kata Daniel Ashdown, pengamat dari Juniper Research.

Muncul spekulasi bahwa Apple bersiap mengakuisisi sejumlah perusahaan untuk memperlebar bisnis mereka atau bisa juga memperkuat sistem hak paten teknologi. Menurut Ashdown, jaringan toko buku Barnes and Noble dan laman penyedia film Netflix diisukan jadi target untuk diakuisisi Apple.

Perusahaan itu bisa juga mendanai firma-firma yang lebih kecil untuk membuat sistem pendukung produk tercanggih mereka, semisal sistem identifikasi suara. Apple pun baru-baru ini berkongsi dengan raksasa piranti lunak komputer, Microsot Inc., untuk membeli banyak hak paten dari perusahaan teknologi asal Kanada, Nortel.

Dengan investasi US$4,5 miliar, kedua raksasa itu kini mengamankan lebih dari 6.000 hak paten.

Situasi berbeda justru dialami pemerintah AS, negara yang menjadi basis dan pangsa pasar utama Apple. AS masih susah payah keluar dari resesi dalam beberapa tahun terakhir.

Presiden Barack Obama dan Kongres rupanya masih berunding secara alot mengenai upaya menaikkan batas maksimum utang pemerintah. Bila usulan pemerintah itu tidak dipenuhi Kongres hingga 2 Agustus 2011, AS bisa berisiko gagal bayar utang dan ini menurunkan citra AS di mata para kreditur.

Pemerintah berupaya menaikkan batas maksimum utang, yang kini sebesar US$14,3 triliun, demi mendukung pembiayaan rutin negara dan program-program pemerintah. Menurut statistik, Pemerintah AS menderita defisit anggaran sekitar US$200 juta setiap bulan.

Selasa, 05 Juli 2011

july 2011


July 2011 ini mempunyai: 5 hr Jumat, 5 hr Sabtu dn 5 hr Minggu.
Ini hanya terjadi setiap 823 thn.
Agak menarik-kan ? Tahun ini jg akan ada 4 tanggal yg luar biasa ...
1/1/11, 1/11/11, 11/1/11, 11/11/11 dan bukan itu saja... Ambil dua digit terakhir dr thn hari lahir anda, lalu ditambah usia anda pada TAHUN ini, hasilnya adalah 111 untuk semua orang diseluruh dunia tanpa terkecuali.
Aneh tp Benar. . .

sebenernya gw ga tw c cause yg ngtur smuanya t adalah yg maha kuasa

Rabu, 29 Juni 2011

Cerita dari Neraka Indonesia


Berikut ini cerita lucu tentang kondisi neraka khusus orang Indonesia.

Adalah orang perampok kawakan asal Indonesia yang mati tertembak polisi ketika sedang merampok bank. Begitu meninggal, nyawanya langsung di kirim ke neraka.

Di pintu masuk neraka, terpampang tulisan nama-nama negara seperti, Inggris, Amerika, Rusia, Jepang dan lainnya termasuk Indonesia. Setelah bertanya ke bagian informasi, ternyata neraka itu dibagi-bagi sesuai dengan asal setiap orang, tapi siapapun boleh memilih ke neraka negara mana saja.

Karena si perampok ini ngefans sama celebrities Amerika, akhirnya dia memilih masuk ke pintu neraka Amerika. Pintu di buka, ternyata tidak banyak orang yang antri.

“Kalian diapain di sini?” dia bertanya kepada salah satu yang antri.
“Pertama kita didudukkan di atas kursi listrik selama satu jam, lalu didudukkan lagi di atas kursi paku selama satu jam, terakhir disiram dengan bensin dan disulut api sambil menunggu setan Amerika datang yang akan mencabik kita sepanjang sisa hari.”


Karena kedengarannya tidak menyenangkan, si perampok tadi pindah ke pintu neraka negara lain. Mulai dari Rusia, Inggris, Jepang dan negara-negara lain. Tapi, perlakuan di sana sama semua seperti di neraka Amerika.

Akhirnya dia memutuskan untuk ke neraka orang Indonesia, siapa tahu perlakuannya lebih menyenangkan. Pintu dibuka, dia kaget. Banyak sekali orang yang antri di sini, bahkan orang-orang dari negara lain ikut berdesak-desakan.

“Kalian diapain di sini?” dia bertanya kepada salah satu orang Indonesia yang ikut antri.
“Pertama kita didudukkan di atas kursi listrik selama satu jam, lalu didudukkan lagi di atas kursi paku selama satu jam, terakhir disiram dengan bensin dan disulut api sambil menunggu setan Indonesia datang yang akan mencabik kita sepanjang sisa hari.”

"Lho! Itu kan sama persis dengan neraka-neraka yang lain?!” si perampok ‘ga habis pikir. “Tapi, kenapa orang yang antri lebih banyak ketimbang di neraka tetangga sebelah?”

"Mas, di sini service-nya sangat-sangat buruk; kursi listriknya nggak nyala karena listrik sering mati, kursi pakunya nggak ada - tinggal pakunya aja karena kursinya sering diperebutkan, bensinnya juga ‘ga ada tuh - harganya melambung tinggi, panitia ‘ga sanggup beli,” kata orang tadi. “Dan yang paling enak, setannya itu dulu anggota DPR, jadi dia cuman dateng, tanda tangan absen, langsung pulang…”

Lagu SLANK Diputar di 500 Radio di Amerika


Merupakan sebuah kebanggaan tersendiri untuk musisi Indonesia bisa melangkah maju ke belantika musik internasional. dan hal itu sudah ditunjukkan oleh band besar Indonesia, Slank. Buktinya, lagu-lagu Slank versi bahasa Inggris pun sudah diputar di 500 stasiun radio di Amerika.

"Yang terlaris diputar adalah Too Sweet to Forget. Lagu ini sering diputer di LA, bahkan di Las Vegas. di casino-casino dan di mall pun diputar," ungkap Bimbim bangga saat ditemui selepas mengisi acara dERINGS di studio Trans TV, Senin (24/08) pagi tadi.


Slank sendiri memang telah meluncurkan album berbahasa Inggris dengan tajuk ANTHEM FOR THE BROKENHEARTED. Album itu telah dipersiapkan Slank sejak tahun 2008 lalu. Mereka memulai proses rekaman dari bulan Juli sampai bulan Agustus di Los Angeles, Amerika. Sebelum dirilis di tanah air, ANTHEM FOR THE BROKEN HEARTED bakal dirilis di Amerika terlebih dahulu.


Dan yang membanggakan, ternyata album itu diterima oleh masyarakat Amerika dengan antusias. Terbukti dengan banyak diputarnya lagu mereka di stasiun radio di sana. "Kalau radio sana lebih banyak diputar di radio kampus," imbuh Bimbim.


Paling tidak, ini bisa jadi tonggak berkibarnya musik Indonesia di ranah musik internasional.